Gerak Jalan Kementerian Agama

 

Gerak Jalan Kementerian Agama

1 Minggu, 21 Desember 2008…………..menjadi hari yang sangat melelahkan bagi guru dan karyawan MAN 6 Jakarta. Karena hari itu kami semua “bertempur” habis-habisan dalam rangka Lomba Gerak Jalan memperingati Hari Ukhuwah se-Dunia. Dengan mengusung semangat juang yang tak kenal lelah kami terus bertekad mempersembakan kemenangan bagi sekolah kami. Usia dan faktor fisik tidak menjadi penghalang bagi kami untuk tetap semangat dan kompak. Walaupun raut-raut kelelahan telah tergambar di wajah kami semua, tetesan keringat membahasahi sekujur tubuh kami, kulit dan kuku terkelupas karena sepatu yang kesempitan….namun….semua itu kami tahan, walaupun sakitnya seperti lagu Mulan Jamilah….” Sakit Minta Ampun..”. 2 Bapak Soleh Harahap, S.Pd, selaku komandan pasukan tak henti-hentinya meneriakkan…” AYOOO….SEMANGAT…” dimana teriakan itu “membakar” semangat lomba kami. Kami semua merasa sama-sama berkewajiban untuk memenangkan lomba ini. 3 Usaha start yang bagus diperlihatkan oleh rekan-rekan…diawali dengan teriakan…” MAN 6……..” oleh Ahmad Maulana, dan langsung diikuti dengan ……….” JAYAAAA…” oleh rekan-rekan yang lain. Awal yang indah dengan memperlihatkan gerakan kompak bak PASKIBRAKA lanjut usia…kami menyeruak, menyalib, dan menggetarkan hati lawan-lawan kami. Dengan jarak 10 km, kami terus memacu semangat, mempertahankan kecepatan dan keserasian gerakan Mendekati gedung Bank Indonesia, Pak Bambang Guslistyo letih…pemain cadangan yang baru saja ditransfer dari Nigeria..Azis….segera menggantikan dengan penuh kesigapan. Melewati putaran Setiabudi, Pak Sukarno..tumbang karena kuku dan kulitnya terkelupas…Pak Sugiyanta masuk dengan semangat membara. 10 Memasuki kilometer ke-6 kami bertarung keras dengan regu gerak jalan dari MAN 2 Jakarta, namun sayang kami lebih mempertahankan keutuhan barisan. Tiga kilometer menjelang finish, Pak Sugino, Pak Adriansyah, Pak Juanda, termasuk saya merasakan kulit telapak kaki kami mulai terkelupas…lagi-lagi teriakan komandan pasukan kami……..” AYOOO……SEMANGAT…” membuat kami tetap berjalan walau menahan sakit. 6 Mendekati bundaran Hotel Indonesia, Pak Teguh bersiap mengganti…namun kami semua bertekad ingin masuk finish. Ketika berputar di depan gedung Depatemen Pertahanan dan Keamanan, Pak Sugino mulai tidak kuat lagi. AYOO…PAK GINO….kami teriakan agar dia tetap semangat. 8 FINISH……akhirnya kami masuk finish…Duh..Ya Allah…kaki-kaki kami bergetar menahan sakit. Jalan terpincang-pincang mendekati pinggiran trotoar sambil menunggu jatah minuman dan kue yang dibagikan oleh Bu Een dan Bu Yati. 7 Ketika pengumuman itu tiba kami semua yakin kalau kami bakal menang….Namun….ternyata takdir berkata lain…kami tidak menang. Perasaan kecewa tergurat di wajah-wajah nan lesu…hati gudah tak henti-henti bertanya…”..kenapa kami tidak menang..??”. Dengan kekecewaan kami pulang, sambil berkata…” MAAF…KAMI TIDAK MENANG…PAK TEGUH,……..MAAF KAMI TIDAK BISA MEMPERSEMBAHKAN KEBANGGAAN BAGIMU..MAN 6 JAKARTA…”. Tapi ada satu hal yang dapat kami ambil…bahwa pada hari itu kami bisa kompak…bahwa kami tetap cinta kau…MAN 6 JAKARTA. Percayalah pengorbanan dan perjuangan kami…. BELUM BERAKHIR5 Pak Teguh, Pak Gino,  Pak Juanda, Pak Bambang, Pak Pendi, Pak Adri, Pak Soleh, Pak Wayan, pak Ulin, Pak karno, Pak Azis, Pak Takim, Pak Giyanta….saya ucapkan terima kasih…dan betapa SENANGNYA MENJADI BAGIAN DARI PERTEMPURAN HARI ITU.